MUARA TEWEH – Respons cepat Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (30/8/2026).
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Barito Utara, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) Trahean dan KPHP, Kodim 1013/Babinsa, Polres Barito Utara, Polsek Teweh Selatan, Bhabinkamtibmas, aparat Desa Trahean serta masyarakat setempat.
Peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima melalui WhatsApp. Mendapat informasi tersebut, Tim TRC-Pusdalops PB BPBD Barito Utara langsung bergerak menuju lokasi bersama unsur terkait dengan membawa sejumlah peralatan pemadaman, seperti mesin pompa portabel, selang nozzle dan mobil water supply.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., bersama Sekretaris Daerah Drs. Muhlis dan jajaran tiba di lokasi. Bupati turut memantau proses penanganan sekaligus terlibat langsung bersama tim gabungan dalam upaya memadamkan api.
Berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.40 WIB. Kebakaran tersebut melanda lahan gambut dengan luas kurang lebih 0,5 hektare.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin
menekankan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas, khususnya pada lahan gambut yang memiliki potensi api sulit dikendalikan.
"Kita harus bergerak cepat ketika ada laporan kebakaran. Jangan sampai api yang awalnya kecil meluas dan sulit dikendalikan. Sinergi seluruh pihak sangat penting, dan saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan," ujar H. Shalahuddin.
Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, relawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Barito Utara.
Masyarakat diimbau tidak menunggu api membesar. Setiap titik api yang ditemukan agar segera dilaporkan kepada petugas terdekat sehingga dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah dampak yang lebih luas.