Advertisement
,

Satpol PP Barito Utara OTT 14 Warga Muara Teweh

Minggu, 24 Mei 2026, Mei 24, 2026 WIB Last Updated 2026-05-24T12:56:52Z

MUARA TEWEH - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Barito Utara kembali melaksanakan Patroli Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Pelindungan Masyarakat  Kawasan Perkotaan Muara Teweh.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 21.00 Wib s.d 02.05 dinihari didukung Babinsa dan Babinkamtibmas yang dipusatkan di fasilitas umum milik Pemerintah Daerah pada wilayah Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Teweh Baru.

Setelah apel kesiapan tim patroli yang berjumlah 29 orang menggunakan 2 unit mobil R4 dan 7 unit mobil R2 menyusuri Terminal Wayang di lokasi tersebut tim gabungan menemukan Operasi Tangkap Tangan 2  orang laki-laki serta 1 orang perempuan sudah berkeluarga sedang mengkonsumsi minuman beralkohol di tempat umum. 

Kemudian patroli dilanjutkan ke kawasan Tugu Selamat Datang "Bumi Iya Mulik Bengkang Turan” dan tidak ditemukan adanya pelanggaran, kemudian dilanjutkan ke lokasi ketiga yakni Taman Islamic Center Muara Teweh menemukan 3  orang remaja sedang mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Setelah menyelesaikan tugas di tiga lokasi wilayah Kecamatan Teweh Baru tim patroli ke lokasi ke empat  menyasar Eks Bandara Beringin Kecamatan Teweh Tengah dan kembali menemukan  OTT 3  orang remaja laki-laki yang sedang mengkonsumsi minuman beralkohol serta 5  orang sedang mengkonsumsi zat adiktif berupa lem perekat (lem fox).
Suparmi A Aspian, Kasatpol  PP Kabupaten Barito Utara mengatakan kegiatan ini merupakan penegakan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat. 
Lebih lanjut Kasatpol PP, mengatakan penanganan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut adanya aduan masyarakat terkait aktivitas sekelompok orang rang yang mengkonsumsi minuman beralkohol dan/atau zat adiktif lainnya di tempat umum yang  mengganggu ketentraman dan ketertiban umum serta pelindungan masyarakat.

Mujiburrahman, Kabid PPUD yang memimpin Patroli mengatakan kegiatan dilaksanakan  dengan cara humanis, persuasif  dan berjalan dengan lancar, aman terkendali. walaupun dalam pelaksanaannya terjadi kejar-kejaran karena ada beberapa terduga mencoba melarikan diri  menggunakan sepada motor.

Imelda, Kabid Linmas mengatakan yang jadi fokus perhatian kita adalah temuan pelanggar yang masih dibawah umur (pelajar SMU dan SMP). Kemudian seluruh pelanggar dibawa untuk diamankan dan diberikan pembinaan, selanjutnya dilakukan pendataan, dan diminta menandatangani surat pernyataan dengan harapan kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Selanjutnya mereka dijemput oleh orangtua/keluarga masing-masing dan dibawa pulang(jb)

Iklan

Iklan