Advertisement
,

Hj Nety Herawati Soroti Air PDAM Keruh di Jambu Jingah, Minta Penanganan Cepat dan Evaluasi Layanan

admin
Senin, 30 Maret 2026, Maret 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T00:42:20Z


MUARA TEWEH – Keluhan masyarakat terkait kondisi air bersih yang keruh di wilayah Jambu Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, mendapat perhatian serius dari DPRD Barito Utara.


Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj Nety Herawati, meminta pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera mengambil langkah cepat untuk menangani permasalahan tersebut.


Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Hj Nety Herawati di ruang Komisi I DPRD Barito Utara, Senin (30/3/2026), menyusul laporan masyarakat yang mengeluhkan air PDAM dalam kondisi keruh seperti air bubur.


“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi air PDAM yang keruh. Ini tentu sangat mengganggu dan harus segera ditangani karena menyangkut kebutuhan dasar warga,” tegasnya.


Menurutnya, pelayanan air bersih merupakan hal yang sangat vital, sehingga PDAM harus memastikan distribusi air kepada masyarakat tetap dalam kondisi layak dan aman digunakan.


Ia juga meminta agar pihak PDAM tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, khususnya di wilayah Jambu Jingah dan sekitarnya.


“Kami mendorong agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun manajemen pelayanan, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.


Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak PDAM, kondisi air keruh terjadi akibat unit PDAM Jambu Jingah mengalami kekurangan pasokan air dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menyebabkan air yang didistribusikan merupakan sisa dari tampungan cadangan.


Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur PDAM Muara Teweh, Rosmanjaya Anoor, telah menginstruksikan jajaran di lapangan untuk melakukan pengecekan serta pembersihan tempat penampungan air.


Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kualitas air kembali normal dan layak digunakan oleh masyarakat.


Hj Nety berharap, ke depan pelayanan air bersih dapat lebih optimal dan respons terhadap keluhan masyarakat bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.


“Pelayanan publik harus menjadi prioritas. Kami akan terus mengawal agar masyarakat mendapatkan haknya, khususnya dalam hal kebutuhan air bersih,” pungkasnya.

Iklan

Iklan