Advertisement
,

113 CJH Barut Ikuti Manasik Terintegrasi,Persiapan Sudah Matang, Tinggal Menunggu Keberangkatan

Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-16T13:19:30Z

Muara Teweh -  Sedikitnya 113 jemaah calon haji Kabupaten Barito Utara tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mengikuti kegiatan manasik haji terintegrasi yang digelar di Aula Bappedarida Muara Teweh, Senin (16/2/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan persiapan jemaah telah berjalan dengan baik.

Alpiansyah menjelaskan, pada tahun 1447 H/2026 M, akan memberangkatkan 113 jemaah yang terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan. Jumlah tersebut mengalami pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berada dikisaran 123 hingga 125 jemaah.

Menurutnya, penyesuaian tersebut merupakan dampak kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap daerah menyesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dari sisi usia, jemaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Ia menegaskan bahwa keberangkatan jemaah usia muda bukan karena perlakuan khusus, melainkan hasil pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sesuai regulasi.

“Terkait usia muda yang berangkat, tidak ada perlakuan khusus. Semua melalui mekanisme resmi pelimpahan porsi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Alpiansah juga menyampaikan, biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini relatif lebih ringan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya total biaya dapat mencapai sekitar Rp94 juta, tahun ini turun menjadi kisaran Rp80 juta.

Selain itu, pemerintah terus meningkatkan pelayanan, termasuk distribusi kartu identitas jemaah sejak di bandara untuk meminimalisir kendala teknis saat berada di Tanah Suci. Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan perkampungan haji guna meningkatkan kenyamanan jemaah Indonesia.

Berdasarkan jadwal pemberangkatan, jemaah asal Kabupaten Barito Utara tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I dan akan diterbangkan dari Embarkasi Banjarmasin langsung menuju Madinah Al-Munawwarah.

Ia menekankan, manasik haji terintegrasi ini mencakup pembekalan materi ibadah, kesehatan, alur perjalanan, hingga praktik rangkaian ibadah seperti tawaf, sai, dan wukuf secara menyeluruh.

“Ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik dan intelektual. Pemahaman alur perjalanan sejak dari daerah hingga di Madinah, Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina sangat penting agar jemaah mandiri dan tidak kebingungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh jemaah, yakni meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, menjaga kesehatan mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi, serta menjaga kebersamaan dan nama baik daerah maupun bangsa.

Kegiatan manasik haji terintegrasi ini diharapkan mampu membekali seluruh CJH Kabupaten Barito Utara agar siap secara mental, fisik, dan spiritual dalam menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.(ri)


Iklan

Iklan